By : Katon Bagaskara & Nugie
Kering sudah tanah pertiwi
Kubersedih
Angin dingin tiada mengalir
Kuberfikir
Apa yang terjadi
Kucoba dengarkan hati
Jika sang bumi bisa bicara
Kutahu ia akan bertanya
Sampai kapankah kau hanya terima
Tanpa pernah memberi
Kering sudah tanah pertiwi
Kubersedih
Apa yang terjadi
Kucoba dengarkan hati
Jika sang bumi bisa bicara
Kutahu ia akan bertanya
Sampai kapankah kau hanya terima
Tanpa pernah beri kembali
Kini saatnya untuk berbuat
Memberi apa yang dia butuhkan
Tanah air udara kan bersuka
Hidup harmoni tetap terjaga
Jika sang bumi bisa bicara
Kutahu ia akan bertanya
Sampai kapankah kau hanya terima
Tanpa pernah beri kembali
Kini saatnya untuk berbuat
Memberi apa yang dia butuhkan
Tanah air udara kan bersuka
Hidup harmoni tetap terjaga
Jika bumi bicara...
[ Lirik Lagu Jika Bumi Bisa Bicara - Lagu Sahabat Alam, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2014/07/jika-bumi-bisa-bicara.html ]
Showing posts with label Lagu Sahabat Alam. Show all posts
Showing posts with label Lagu Sahabat Alam. Show all posts
Tuesday, July 15, 2014
Thursday, March 27, 2014
Sahabat Matahari Pagi
Karya Ully Sigar Rusady
Ketika kota semakin ramai
Ketika jiwa semakin jemu
Langkahkan kaki ke alam terbuka
Tanggalkan segala beban dikepala
Ketika kota semakin keji
Ketika jiwa semakin lesu
Ayunkan kaki ke alam terbuka
Tanggalkan segala nilai kepalsuan
reff..
Bersahabat dengan matahari pagi
Bersahabat dengan keindahan
Menyentuh air... sungai yang bening
Ditempat yang damai lembah yang hening
Tinggalkan segala beban
Tinggalkan segala kepalsuan
Sesaat hidup sederhana
Menikmati Swasana
Laa.. Laaa...
Haa.. Haaa..
Bersahabat dengan matahari pagi
Bersahabat dengan keindahan
Menyentuh air... sungai yang bening
Ditempat yang damai lembah yang hening
Tinggalkan segala beban
Tinggalkan segala kepalsuan
Sahabat matahari pagi
Sahabat matahari pagi
Laa.. Laaa...
Haa.. Haaa..
[ Lirik Lagu Sahabat Matahari Pagi - Lagu Sahabat Alam, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2014/03/sahabat-matahari-pagi.html ]
Ketika kota semakin ramai
Ketika jiwa semakin jemu
Langkahkan kaki ke alam terbuka
Tanggalkan segala beban dikepala
Ketika kota semakin keji
Ketika jiwa semakin lesu
Ayunkan kaki ke alam terbuka
Tanggalkan segala nilai kepalsuan
reff..
Bersahabat dengan matahari pagi
Bersahabat dengan keindahan
Menyentuh air... sungai yang bening
Ditempat yang damai lembah yang hening
Tinggalkan segala beban
Tinggalkan segala kepalsuan
Sesaat hidup sederhana
Menikmati Swasana
Laa.. Laaa...
Haa.. Haaa..
Bersahabat dengan matahari pagi
Bersahabat dengan keindahan
Menyentuh air... sungai yang bening
Ditempat yang damai lembah yang hening
Tinggalkan segala beban
Tinggalkan segala kepalsuan
Sahabat matahari pagi
Sahabat matahari pagi
Laa.. Laaa...
Haa.. Haaa..
[ Lirik Lagu Sahabat Matahari Pagi - Lagu Sahabat Alam, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2014/03/sahabat-matahari-pagi.html ]
Friday, May 17, 2013
Serumpun Padi
Cipt. : R. Maladi
Serumpun padi tumbuh di sawah
Hijau menguning daunnya
Tumbuh di sawah penuh berlumpur
Di pangkuan ibu pertiwi
Serumpun jiwa suci
Hidupnya nista abadi
Serumpun padi mengandung janji
Harapan ibu pertiwi
[ Lirik Lagu Serumpun Padi - Lagu Nasional, Lagu Sahabat Alam, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/05/serumpun-padi.html ]
Serumpun padi tumbuh di sawah
Hijau menguning daunnya
Tumbuh di sawah penuh berlumpur
Di pangkuan ibu pertiwi
Serumpun jiwa suci
Hidupnya nista abadi
Serumpun padi mengandung janji
Harapan ibu pertiwi
[ Lirik Lagu Serumpun Padi - Lagu Nasional, Lagu Sahabat Alam, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/05/serumpun-padi.html ]
Sunday, February 17, 2013
Mahameru - Samsidi
Karya. Samsidi
Dibawakan oleh : sundari soekotjo
Mahameru menjulang tinggi
Membelah angkasa biru
Berpayung awan nan putih bersih
Menggetar hati terharu
Indah mega bayangan lalu
Nampak jauh sukma hati
Menegak bagai perwira sakti
Memandang di awan tinggi
Kupeluk mahameru
Mengejar cita - cita
Gemilang merayu
Menjaga ibu semata
Kupuja wahai kau perwira
Mejaga ibunda ratu
Bagaikan mahameru sempurna
Tetap berbakti selalu
[ Lirik Lagu Mahameru - Kenangan Kita, Lagu Nasional, Lagu Sahabat Alam, Lagu keroncong, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/02/mahameru-samsidi.html ]
Dibawakan oleh : sundari soekotjo
Mahameru menjulang tinggi
Membelah angkasa biru
Berpayung awan nan putih bersih
Menggetar hati terharu
Indah mega bayangan lalu
Nampak jauh sukma hati
Menegak bagai perwira sakti
Memandang di awan tinggi
Kupeluk mahameru
Mengejar cita - cita
Gemilang merayu
Menjaga ibu semata
Kupuja wahai kau perwira
Mejaga ibunda ratu
Bagaikan mahameru sempurna
Tetap berbakti selalu
[ Lirik Lagu Mahameru - Kenangan Kita, Lagu Nasional, Lagu Sahabat Alam, Lagu keroncong, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/02/mahameru-samsidi.html ]
Saturday, February 16, 2013
Mahameru - Dewa19
Cipt. Dewa19
Mendaki ... melintas bukit
Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan ... didalam dingin
Berselimut kabut Ranu Kumbolo…
Menatap ... jalan setapak
Bertanya – tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk ... nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta
Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa
Masihkah ... terbersit asa
Anak cucuku mencumbui pasirnya
Disana ... nyalimu teruji
Oleh ganas cengkraman hutan rimba
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta
Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta
Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa
Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sampaikan sejuk embun hati
Mahameru basahi jiwaku yang kering
Mahameru sadarkan angkuhnya manusia
Puncak abadi para dewa…
[ Lirik Lagu Mahameru - Lagu Sahabat Alam, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/02/mahameru-dewa19.html ]
Friday, February 15, 2013
Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi
Cipt. Iwan Fals
Raung buldozer gemuruh pohon tumbang
Berpadu dengan jerit isi rimba raya
Tawa kelakar badut badut serakah
Tanpa HPH berbuat semaunya
Lestarikan alam hanya celoteh belaka
Lestarikan alam mengapa tidak dari dulu
Oh mengapa
Oh jelas kami kecewa
Menatap rimba yang dulu perkasa
Kini tinggal cerita
Pengantar lelap si buyung
Bencana erosi selalu datang menghantui
Tanah kering kerontang banjir datang itu pasti
Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi
Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia
Lestarikan hutan hanya celoteh belaka
Lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu
Saja
Oh jelas kami kecewa
Mendengar gergaji tak pernah berhenti
Demi kantong pribadi
Tak ingat rejeki generasi nanti
[ Lirik lagu Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi - Lagu Sahabat Alam, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/02/isi-rimba-tak-ada-tempat-berpijak-lagi.html ]
Raung buldozer gemuruh pohon tumbang
Berpadu dengan jerit isi rimba raya
Tawa kelakar badut badut serakah
Tanpa HPH berbuat semaunya
Lestarikan alam hanya celoteh belaka
Lestarikan alam mengapa tidak dari dulu
Oh mengapa
Oh jelas kami kecewa
Menatap rimba yang dulu perkasa
Kini tinggal cerita
Pengantar lelap si buyung
Bencana erosi selalu datang menghantui
Tanah kering kerontang banjir datang itu pasti
Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi
Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia
Lestarikan hutan hanya celoteh belaka
Lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu
Saja
Oh jelas kami kecewa
Mendengar gergaji tak pernah berhenti
Demi kantong pribadi
Tak ingat rejeki generasi nanti
[ Lirik lagu Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi - Lagu Sahabat Alam, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/02/isi-rimba-tak-ada-tempat-berpijak-lagi.html ]
Thursday, February 14, 2013
Kaulah Air Kehidupan
Cipt. Ully Hary Rusadi
Di bawakan : Ully Sigar Rusady, Paramitha Rusady & Kel. Nyanyian Alam
Tak sedetikpun dapat ku ingkari
Merindukan dirimu setiap hari
Tanpa kehadiran dirimu hidup terasa kering
Tanpa kehadiran dirimu hidup terasa gersang
Tak seorangpun di dunia ini
Dapat menjalani kehidupan ini
Tanpa kehadiran dirimu dunia terasa lesu
Tanpa kehadiran dirimu dunia terasa sendu
Kau sumber kehidupan ini
Dan kaulah air kering kehidupan ini
Kau jantung kehidupan ini
Dan kaulah air sejuk penawar dahaga
Tak sedetakpun dapat ku hindari
Merindukan dirimu setiap hari
Merekuh kehadiranmu anugrah yang kuasa
Kesejukan yang menghidupi insan di dunia
Kau sumber kehidupan ini
Dan kaulah mata air kehidupan ini
Lestari untuk kehidupan ini
Jernihlah dan mengalir sepanjang masa
Kau sumber kehidupan ini
Lestari mata air kehidupan ini
[ Lirik lagu Kaulah Air Kehidupan - Lagu Sahabat Alam, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/02/kaulah-air-kehidupan.html ]
Di bawakan : Ully Sigar Rusady, Paramitha Rusady & Kel. Nyanyian Alam
Tak sedetikpun dapat ku ingkari
Merindukan dirimu setiap hari
Tanpa kehadiran dirimu hidup terasa kering
Tanpa kehadiran dirimu hidup terasa gersang
Tak seorangpun di dunia ini
Dapat menjalani kehidupan ini
Tanpa kehadiran dirimu dunia terasa lesu
Tanpa kehadiran dirimu dunia terasa sendu
Kau sumber kehidupan ini
Dan kaulah air kering kehidupan ini
Kau jantung kehidupan ini
Dan kaulah air sejuk penawar dahaga
Tak sedetakpun dapat ku hindari
Merindukan dirimu setiap hari
Merekuh kehadiranmu anugrah yang kuasa
Kesejukan yang menghidupi insan di dunia
Kau sumber kehidupan ini
Dan kaulah mata air kehidupan ini
Lestari untuk kehidupan ini
Jernihlah dan mengalir sepanjang masa
Kau sumber kehidupan ini
Lestari mata air kehidupan ini
[ Lirik lagu Kaulah Air Kehidupan - Lagu Sahabat Alam, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/02/kaulah-air-kehidupan.html ]
Tuesday, February 12, 2013
Lestari Alamku
Cipt. Gombloh
Lestari alamku lestari desaku
Dimana Tuhanku menitipkan aku
Nyanyi bocah-bocah di kala purnama
Nyanyikan pujaan untuk nusa
Damai saudaraku suburlah bumiku
Kuingat ibuku dongengkan cerita
Kisah tentang jaya nusantara lama
Tentram kartaraharja di sana
Mengapa tanahku rawan ini
Bukit bukit pun telanjang berdiri
Pohon dan rumput enggan bersemi kembali
Burung-burung pun malu bernyanyi
Kuingin bukitku hijau kembali
Semak rumput pun tak sabar menanti
Doa kan kuucapkan hari demi hari
Dan kapankah hati ini lapang lagi
feat.
Lestari alamku lestari desaku
Dimana Tuhanku menitipkan aku
Kami kan bernyanyi di purnama nanti
Nyanyikan bait padamu negeri
[ Lirik lagu Lestari Alamku - Lagu Sahabat Alam, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/02/lestari-alamku.html ]
Lestari alamku lestari desaku
Dimana Tuhanku menitipkan aku
Nyanyi bocah-bocah di kala purnama
Nyanyikan pujaan untuk nusa
Damai saudaraku suburlah bumiku
Kuingat ibuku dongengkan cerita
Kisah tentang jaya nusantara lama
Tentram kartaraharja di sana
Mengapa tanahku rawan ini
Bukit bukit pun telanjang berdiri
Pohon dan rumput enggan bersemi kembali
Burung-burung pun malu bernyanyi
Kuingin bukitku hijau kembali
Semak rumput pun tak sabar menanti
Doa kan kuucapkan hari demi hari
Dan kapankah hati ini lapang lagi
feat.
Lestari alamku lestari desaku
Dimana Tuhanku menitipkan aku
Kami kan bernyanyi di purnama nanti
Nyanyikan bait padamu negeri
[ Lirik lagu Lestari Alamku - Lagu Sahabat Alam, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/02/lestari-alamku.html ]
Monday, February 11, 2013
Hutan Rumah Kita
Karya. Ully Sigar Rusady
Nuansa Indahnya
Menghidupi manusia
Mata air dari alam hijau
Hutan rumah kita
Nuansa Indahnya
Yang harus tetap terjaga
Kedamaian dari alam hijau
Hutan rumah kita
Lestari hutan lestari rimba
Hijaulah untuk hidup ini
subur alamnya subur negeriku
Hijaulah untuk Indonesia raya
Nuansa Indahnya
Yang harus tetap terjaga
Sungai-sungai dari alam hijau
Hutan rumah kita
Lestari hutan lestari rimba
Hijaulah untuk hidup ini
Jernih sugainya jernih airnya
Jernihlah untuk Indonesia raya
Lestari hutan lestari rimba
Hijaulah untuk hidup ini
subur alamnya subur negeriku
Hijaulah untuk Indonesia raya
[ Lirik Lagu Hutan Rumah Kita - Lagu Sahabat Alam, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/02/hutan-rumah-kita.html ]
Nuansa Indahnya
Menghidupi manusia
Mata air dari alam hijau
Hutan rumah kita
Nuansa Indahnya
Yang harus tetap terjaga
Kedamaian dari alam hijau
Hutan rumah kita
Lestari hutan lestari rimba
Hijaulah untuk hidup ini
subur alamnya subur negeriku
Hijaulah untuk Indonesia raya
Nuansa Indahnya
Yang harus tetap terjaga
Sungai-sungai dari alam hijau
Hutan rumah kita
Lestari hutan lestari rimba
Hijaulah untuk hidup ini
Jernih sugainya jernih airnya
Jernihlah untuk Indonesia raya
Lestari hutan lestari rimba
Hijaulah untuk hidup ini
subur alamnya subur negeriku
Hijaulah untuk Indonesia raya
[ Lirik Lagu Hutan Rumah Kita - Lagu Sahabat Alam, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/02/hutan-rumah-kita.html ]
Sunday, February 10, 2013
Kepada Alam Dan Pencintanya
Dibawakan oleh. Ritta Rubby Hartland
Pendaki gunung sahabat alam sejati
Jaketmu penuh lambang, lambang kegagahan
Memproklamirkan dirimu pencinta alam
Sementara maknanya belum kau miliki
Ketika aku daki dari gunung ke gunung
Disana kutemui kejanggalan makna
Banyak pepohonan merintih kepedihan
Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam
Batu-batu cadas merintih kesakitan
Ditikam belatimu yang pernah tak ayal
Hanya untuk mengumumkan pada khalayak
Bahwa disana ada kibar benderamu
Oh alam... korban keakuan
Oh alam.. korban keangkuhan
Maafkan mereka yang tak mau mengerti
arti kehidupan
*************************************
Semboyan para pecinta alam sejati:
Tidak mengambil apapun kecuali gambar
Tidak membuang apapun kecuali waktu
Tidak meninggalkan apapun kecuali jejak
**************************************
[ Lirik Lagu Kepada Alam Dan Pencintanya - Lagu Sahabat Alam, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/02/kepada-alam-dan-pencintanya.html ]
Pendaki gunung sahabat alam sejati
Jaketmu penuh lambang, lambang kegagahan
Memproklamirkan dirimu pencinta alam
Sementara maknanya belum kau miliki
Ketika aku daki dari gunung ke gunung
Disana kutemui kejanggalan makna
Banyak pepohonan merintih kepedihan
Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam
Batu-batu cadas merintih kesakitan
Ditikam belatimu yang pernah tak ayal
Hanya untuk mengumumkan pada khalayak
Bahwa disana ada kibar benderamu
Oh alam... korban keakuan
Oh alam.. korban keangkuhan
Maafkan mereka yang tak mau mengerti
arti kehidupan
*************************************
Semboyan para pecinta alam sejati:
Tidak mengambil apapun kecuali gambar
Tidak membuang apapun kecuali waktu
Tidak meninggalkan apapun kecuali jejak
**************************************
[ Lirik Lagu Kepada Alam Dan Pencintanya - Lagu Sahabat Alam, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/02/kepada-alam-dan-pencintanya.html ]
Sunday, January 20, 2013
Kolam Susu
Oleh: Koes Plus
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jalan cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkah kayu dan batu jadi tanaman
*****************************************************
Lagu Kolam Susu karya Koes Plus ini mengingatkan akan satu hal, bahwa negeri kita sangat kaya. Sebatang kayu yang ditancapkan kedalam tanahpun tumbuh menjadi tanaman, inilah tanah kiriman surga, bandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah bersalju, hanya beberapa tanaman yang bisa tumbuh. Airnya pun di ibaratkan dengan kolam susu, penuh dengan aneka macam ikan, diambil setiap hari oleh nelayan, tidak pernah habis, sumber makanan bisa dihasilkan sendiri dengan mudah, sumber energi minyak bumi dan batu bara banyak sekali tersimpan dibawah negeri ini, bahkan Indonesia sebenarnya mampu hidup tanpa campur tangan negeri lain, justru negeri lain sangat takut akan kemandirian Indonesia.
Marilah kita bangkit !!!, janganlah kekayaan negeri kita di kuasai dan diambil oleh bangsa asing
Ketika tulisan ini saya buat (20 Januari 2013) masih banyak sekali saudara kita kena busung lapar dan hidup dibawah garis kemiskinan, bahkan untuk sekedar mencari makanan dari pagi sampai malam, hanya sepiring nasi mereka dapatkan, lalu kemanakah tanah surga dan kolam susu milik negeri ini???
Janganlah kita seperti ayam bodoh yang mati dilumbung padi.
Semoga karunia Tuhan yang di taruh di bumi Indonesia menjadi berkah bagi negeri ini dan bukan malah menjadi bencana. Amien
* kalau ada salah kata atau salah ketik mohon koreksinya - terima kasih
[ Lirik Lagu Kolam Susu - Lagu Kenangan Kita, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/01/kolam-susu.html ]
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jalan cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkah kayu dan batu jadi tanaman
*****************************************************
Lagu Kolam Susu karya Koes Plus ini mengingatkan akan satu hal, bahwa negeri kita sangat kaya. Sebatang kayu yang ditancapkan kedalam tanahpun tumbuh menjadi tanaman, inilah tanah kiriman surga, bandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah bersalju, hanya beberapa tanaman yang bisa tumbuh. Airnya pun di ibaratkan dengan kolam susu, penuh dengan aneka macam ikan, diambil setiap hari oleh nelayan, tidak pernah habis, sumber makanan bisa dihasilkan sendiri dengan mudah, sumber energi minyak bumi dan batu bara banyak sekali tersimpan dibawah negeri ini, bahkan Indonesia sebenarnya mampu hidup tanpa campur tangan negeri lain, justru negeri lain sangat takut akan kemandirian Indonesia.
Marilah kita bangkit !!!, janganlah kekayaan negeri kita di kuasai dan diambil oleh bangsa asing
Ketika tulisan ini saya buat (20 Januari 2013) masih banyak sekali saudara kita kena busung lapar dan hidup dibawah garis kemiskinan, bahkan untuk sekedar mencari makanan dari pagi sampai malam, hanya sepiring nasi mereka dapatkan, lalu kemanakah tanah surga dan kolam susu milik negeri ini???
Janganlah kita seperti ayam bodoh yang mati dilumbung padi.
Semoga karunia Tuhan yang di taruh di bumi Indonesia menjadi berkah bagi negeri ini dan bukan malah menjadi bencana. Amien
* kalau ada salah kata atau salah ketik mohon koreksinya - terima kasih
[ Lirik Lagu Kolam Susu - Lagu Kenangan Kita, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/01/kolam-susu.html ]
Friday, January 18, 2013
Berita Kepada Kawan
Cipt. Ebiet G. Ade
Perjalanan ini
Trasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk
Disampingku kawan
Banyak cerita
Yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan
Tubuhku terguncang
Dihempas batu jalanan
Hati tergetar menatap
kering rerumputan
Perjalanan ini pun
Seperti jadi saksi
Gembala kecil
Menangis sedih ...
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika di kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut
Kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak
Kepada matahari
Tetapi semua diam
Tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri
Terpaku menatap langit
Barangkali di sana
ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga
dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan
Bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada
Rumput yang bergoyang
*****************************************************
Lirik lagu milik Ebiet G. Ade ini mengingatkan kita untuk selalu bersukur kepada Tuhan dengan menjaga keseimbangan alam.
Diantara kita banyak orang-orang serakah yang demi kepentingan pribadi rela mengorbankan keseimbangan alam, bencana dan bencana terus menghantui kita sampai anak cucu.
Disaat musim kemarau tanah kering kerontang tanpa bisa ditanami, disaat musim hujan yang datang bukan keberkahan tapi malah banjir besar yang menghacurkan impian dan harapan.
Lirik lagu ini saya sampaikan kembali bersamaan dengan banjir besar yang menimpa beberapa kota di negeri ini salah satunya Jakarta (18 Januari 2013). Semoga lagu ini menjadi kenangan yang selalu diingat untuk tetap selalu menjaga keseimbangan alam
* kalau ada salah kata atau salah ketik mohon koreksinya - terima kasih
[ Lirik Lagu Berita Kepada Kawan - Lagu Kenangan Kita, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/01/berita-kepada-kawan.html ]
Perjalanan ini
Trasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk
Disampingku kawan
Banyak cerita
Yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan
Tubuhku terguncang
Dihempas batu jalanan
Hati tergetar menatap
kering rerumputan
Perjalanan ini pun
Seperti jadi saksi
Gembala kecil
Menangis sedih ...
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika di kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut
Kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak
Kepada matahari
Tetapi semua diam
Tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri
Terpaku menatap langit
Barangkali di sana
ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga
dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan
Bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada
Rumput yang bergoyang
*****************************************************
Lirik lagu milik Ebiet G. Ade ini mengingatkan kita untuk selalu bersukur kepada Tuhan dengan menjaga keseimbangan alam.
Diantara kita banyak orang-orang serakah yang demi kepentingan pribadi rela mengorbankan keseimbangan alam, bencana dan bencana terus menghantui kita sampai anak cucu.
Disaat musim kemarau tanah kering kerontang tanpa bisa ditanami, disaat musim hujan yang datang bukan keberkahan tapi malah banjir besar yang menghacurkan impian dan harapan.
Lirik lagu ini saya sampaikan kembali bersamaan dengan banjir besar yang menimpa beberapa kota di negeri ini salah satunya Jakarta (18 Januari 2013). Semoga lagu ini menjadi kenangan yang selalu diingat untuk tetap selalu menjaga keseimbangan alam
* kalau ada salah kata atau salah ketik mohon koreksinya - terima kasih
[ Lirik Lagu Berita Kepada Kawan - Lagu Kenangan Kita, ada di http://liriknusantara.blogspot.com/2013/01/berita-kepada-kawan.html ]
Subscribe to:
Posts (Atom)